Sore yang serupa cerah karena hujan temani peraduan siang
tadi.., tak ada sedikitpun kesenangan atau kebisingan serupa kemarahan yang
yang meluncur deras dari dahaga setelah lelap setidaknya dalam benak ini masih
lebih baik dari dulu yang juga baik….
Ehhm … teh panaas dengan sebatang roko temani kenangan dan
pelajaran menyenangkan lewat begitu saja meski orang lain akan menyebutnya
kebodohan yang terulang….
“secangkir whine atau tawaran kehangatan… melitas begitu
saja…”
“Naïf” yah sudah lah… maklum aku hanya manusia biasa… meski
sesekali ku masih sering tertawa geli jika teringat di masa saat keluarga ku
terjatuh dulu betapa setan menelan ludahnya sendiri…. Berkali kali sangat dekat hilir mudik di
dalam kamar ku membawa kehangatan dan kenikmatan keluar dengan wajah yang suram
menjelang pagi menjelang…..
“berbulan bulan singgah di samping kamar kos ku dulu dengan
celana pendek dan singlet yang sangat menggoda tak siang atau malam siap
menawarkan kehangatan dan kenikmatan heeyyy… dengan senyum yang ramah seakan
aku miliknya… ”
Tuhan berdiri di antara godaan yang nyata sungguh ini bukan pekerjaan yang mudah…. Semoga
kau tetap bersama ku hingga hari ku usai
Di hari itu pernah ku berucap dan mengatakan banyak hal tentang sosok yang jauh ada dalam kepala ku yang tak pernah bisa kulihat wajahnya, ragunya, senang atau sedihnya hingga kemarin, entah siapa dia dan dimana ia kini
Satu satunya yang ku tahu ia satu satunya wanita selain ibuku yang mampu memukul ku hingga terjatuh terdiam tanpa kata dengan banyak hal dikepala terasa tak berguna walau hanya dengan sebait kata atau dengan suara yang keras…, itulah bayangan yang ada di kepala sejak tahun tahun yang lalu yang belum kudapati, bayangan kesenangan yang bukan hanya sementara atau sekedar kata suka
“kadangku berfikir mustahil adanya ku miliki atau sekedar jumpa hahh”
Entah apa yang ada di otak koslet ku di hari itu jum’at seorang wanita telah memukul kuhingga terjatuh…..”dengan sedikit kata lewat pesan singkatnya ……! sadar atau tidak ku benar benar merasa malu dengan sang pencipta – dan biarlah hanya Dia yang tahu
kini ku mulai mengharapkan dan memimpikan nya “ dia Yang tak ikut terjatuh saat ku mengajaknya terjatuh, yang bisa menjaga dirinya meski tak di pinta… dan mengingatkan di kala salah”
kalaupun ada hal yang iya tak tahu… aku melihatnya lewatjalan yang Tuhan berikan, bukan dengan mataku atau ego ku, bukan dengan kata kata atau sebatas suka bukan dengan wajah atau tubuh yang menggoda, semua kubatasi dengan sepidol merah, hingga ku sempat melewatkannya,
“antara aku dan dirinya… kubatasi sepidol merah..”
melelahkan memang tapi keyakinan ku dan agama ku mengajarkan seperti itu.. dan kini biarlah tangan Tuhan yang menentukan kisah selanjutnya dari sedikit harapan dan keyakinan pada cara yang tuhan berikan dalam setiap pencarian….. cara yang tak bisa ku ucapkan,
ehhmmm… tetangga sebelah berisik amat ya... hus hus @@? buyarr
Hujan kembali sirami sudut jalan pojok kota, tempat kusementara pejamkan mata dari musuh abadi bernama sepi… mungkin hanya sahabat yang tahu hanya lamunan dan tembok ratapan kamarkecil yang selama ini setia temani sedikit keluh , sisanya tertelan bersama secangkir teh panas atau segelas kopi hangat ….
Aku haus…. Akupun lapar tapi bukan perut ku, Aku sedih akupun tertawatapi bukan bibir ku, mungkin itulah kata kata yang tergambar dari hari hari kuselama ini
Musuh ku bertambah bersama kebosanan yang datang di saat senggang, ingin ku terlelap tapi kantuk tak jua datang, ingin ku teriakan namun lidah ku terkunci rapat, sekali lagi segelas kopi merapat, temani pencarian yang tak kunjung usai namun terlanjur usang…
meski mata mengunci rapat hati tak jua ku dapat… merah kuning hijau kelabu merah muda dan biru….seperti itulah rasanya, pernah sesekali seorang sahabat bertanya, mungkin bosan melihatku yang selalu acuh atau bahkan tertawa setiap x dia menggoda kebosanan sekeliling tembok besi kerinduan kebebasan dengan tawa “perih… …”
“seperti apa…??? Yangbisa memukul ku hingga terjatuh… itulah yang akan ku kejar ^^
“seperti dia kah “nama yg tidak di sebut”..??? hahaha belumsampai…
"terkadang ilmu itu bisa sesamar canda....atau gurau seolah tak bermakna bagi mereka yang tak memperhatikannya "padahal ada tuhan di sana...."
ia tahu apa yang ku maksut karena selanjutkan semua berubah menjadi obrolan mengenai agama Dan keluarga dengan segelas kopi di pinggir jalan hingga terasa ringan …sekali lagi kopi menjadi sahabat tutupi kebosanan dan kerinduan malam ini lewat mata pena…
Gurau kebosanan.. memang seolah tanpa makna tapi ternyata itu nyata............."huuammm..."
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.




