share-this-post Diary Tukang Cendol: Digurui waktu…



Sore yang serupa cerah karena hujan temani peraduan siang tadi.., tak ada sedikitpun kesenangan atau kebisingan serupa kemarahan yang yang meluncur deras dari dahaga setelah lelap setidaknya dalam benak ini masih lebih baik dari dulu yang juga baik….

Ehhm … teh panaas dengan sebatang roko temani kenangan dan pelajaran menyenangkan lewat begitu saja meski orang lain akan menyebutnya kebodohan yang terulang….

“secangkir whine atau tawaran kehangatan… melitas begitu saja…”

“NaĂŻf” yah sudah lah… maklum aku hanya manusia biasa… meski sesekali ku masih sering tertawa geli jika teringat di masa saat keluarga ku terjatuh dulu betapa setan menelan ludahnya sendiri….   Berkali kali sangat dekat hilir mudik di dalam kamar ku membawa kehangatan dan kenikmatan keluar dengan wajah yang suram  menjelang pagi menjelang…..   

“berbulan bulan singgah di samping kamar kos ku dulu dengan celana pendek dan singlet yang sangat menggoda tak siang atau malam siap menawarkan kehangatan dan kenikmatan heeyyy… dengan senyum yang ramah seakan aku miliknya… ”

Tuhan berdiri di antara godaan yang nyata  sungguh ini bukan pekerjaan yang mudah…. Semoga kau tetap bersama ku hingga hari ku usai
 

Digurui waktu…

0 Comments



Sore yang serupa cerah karena hujan temani peraduan siang tadi.., tak ada sedikitpun kesenangan atau kebisingan serupa kemarahan yang yang meluncur deras dari dahaga setelah lelap setidaknya dalam benak ini masih lebih baik dari dulu yang juga baik….

Ehhm … teh panaas dengan sebatang roko temani kenangan dan pelajaran menyenangkan lewat begitu saja meski orang lain akan menyebutnya kebodohan yang terulang….

“secangkir whine atau tawaran kehangatan… melitas begitu saja…”

“NaĂŻf” yah sudah lah… maklum aku hanya manusia biasa… meski sesekali ku masih sering tertawa geli jika teringat di masa saat keluarga ku terjatuh dulu betapa setan menelan ludahnya sendiri….   Berkali kali sangat dekat hilir mudik di dalam kamar ku membawa kehangatan dan kenikmatan keluar dengan wajah yang suram  menjelang pagi menjelang…..   

“berbulan bulan singgah di samping kamar kos ku dulu dengan celana pendek dan singlet yang sangat menggoda tak siang atau malam siap menawarkan kehangatan dan kenikmatan heeyyy… dengan senyum yang ramah seakan aku miliknya… ”

Tuhan berdiri di antara godaan yang nyata  sungguh ini bukan pekerjaan yang mudah…. Semoga kau tetap bersama ku hingga hari ku usai
 


You may also like

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.